PEMBONGKARAN ALAT PERAGA KAMPANYE DI NUNUKAN TAHUN 2018

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan lakukan penertiban alat peraga kampanye (algaka) sejumlah calon legislatif (caleg) partai politik yang melanggar peraturan yang dilaksanakan selama dua hari tanggal 11 desember sampai 12 desember 2018. Setidaknya terdapat puluhan algaka yang dibongkar dan dicabut di sejumlah daerah lantaran melanggar aturan. Rute yang menjadi titik pembongkaran meliputi Sei. Bilal, Kampung Tator, Persemaian, Sei. Fatimah, Binusan, Tanjung cantik, Pasar Lama, Pasar Malam, Sei. Bolong, Pasar baru, Pangkalan, Porsas, Jalan Lumba-lumba, Pesantren Hidayatullah, Lingkar, Ujang dewa, Gang Limau, Jalan Kristanto, dan Mamolok.

Komisioner Bawaslu Nunukan Haryadi mengatakan, penertiban atribut sejumlah caleg partai politik yang akan bertarung di pilkada masih akan dilanjutkan hari ini. Khususnya untuk atribut yang menempel pada sejumlah kendaraan juga benda lainnya.

Hal itu dilakukan sesuai dengan surat edaran Bawaslu RI terkait pengawasan metode Pemilu 2019 bahwa peserta pemilu, tim pelaksana, tim kampanye dilarang memasang stiker dan branding yang memuat citra diri, identitas, ciri-diri khusus atau karakteristik peserta pemilu pada kendaraan transportasi umum dan kendaraan pemerintah.

“Ya, kami menertibkan atribut caleg yang melanggar aturan seperti yang melekat di sejumlah kendaraan roda empat maupun roda dua,” ungkap Haryadi.

Guna melancarkan proses penertiban tersebut, pihaknya dibantu oleh instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) juga Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan untuk melakukan sweeping ke sejumlah daerah juga ke sejumlah kendaraan.

“Kami bergerak mulai dari Nunukan Selatan, Nunukan Tengah, Nunukan Barat, sampai Desa Binusan,” katanya.

Jelas Haryadi, sebelum penertiban ini dilakukan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada seluruh tim sukses caleg untuk mencabut sendiri. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan masih saja ditemukan, makanya ditertibkan.

Selanjutnya dikatakan, penertiban tersebut terus dilakukan. Tim yang ditugaskan sudah tidak akan menunggu kendaraan lagi melainkan meminta untuk langsung melepas jika melihat langsung pada saat-saat tertentu.

“Terus berlanjut, dan semuanya kami tertibkan termasuk mobil tim sukses ataupun mobil pasangan calon, semua dilepas,” tegasnya.